Home

Selamat datang di personal blog Novel Bidadari Tak Bersayap. Novel ini diangkat dari sebuah kisah nyata tentang perjuangan seorang anak kecil untuk keluar dari garis kemiskinan keluarganya, anak kecil dengan pengalaman trauma kelam kesulitan keluarganya. Novel ini bercerita dengan lugas tentang pengorbanan orangtua dalam membesarkan anak-anaknya, bercerita tentang keputus-asa-an terhadap Tuhan yang menjadikan sang anak berpikir Tuhan telah mati (God is Tot) demikian kata Friedrich Nietzsche, seorang filosof Jerman. Membaca novel ini seolah dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, perjuangan keluarga untuk keluar dari jeratan hutang gali lubang tutup lubang, perjuangan mimpi anak kecil yang selalu digantungkan dilangit.

Tak lupa, novel ini juga mengisahkan kisah cinta yang dirajut diatas altar yang berbeda, penuh haru dan makna, karena cinta yang sejati tidak akan mengorbankan keyakinan atas nama cinta.

Ketika duka dan lara menjadi bara untuk memompa semangat menghadirkan mimpi turun ke bumi

Testimoni

“Novel Bidadari Tak Bersayap dipilih dalam penelitian ini karena sangat menarik untuk dikaji. Kelebihan novel ini terletak pada ceritanya yakni tentang penderitaan batin yang dialami tokoh Utama. Kelebihan pengarang Novel Bidadari Tak Bersayap ini adalah mampu “menghipnotis” pembaca untuk ikut larut dan terharu dalam kehidupan yang dialami oleh Bimo sebagai tokoh Utama. Ceritanya sangat mengharukan sehingga pembaca pun ikut haru setelah membaca novel ini ” (Nila Dwi Kusumo Wati yang menjadikan novel ini sebagai Skripsi Tinjauan Psikologi Sastra pada Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Novel yang masuk sebagai nominasi dalam Khatulistiwa Literary Award (KLA) Tahun 2010 sebagai karya Perdana muda berbakat (Novel ini diterbitkan tahun 2009 oleh penerbit group Gramedia dan tahun 2019 penulis memutuskan untuk merelease ulang dengan memasarkan secara independen)

“Baru setengah baca tapi dalam banget dan langsung flashback ke masa lalu, ingat saat menjelang pemilihan Ketua Umum OSIS dirimu (penulis) memutuskan pindah dan kami tidak tahu alasannya hingga sampai hari ini membaca novel ini. Ga kuat bacanya, dilanjut besok ya, teman kantor gw jadi aneh liat gw nangis” (Beni Setiawan, teman penulis pada saat dahulu bersekolah di SMPN 1 Cicalengka Bandung tahun 1992)

Resensi Novel

Buku yang dilatarbelakangi oleh kisah nyata ini mengisahkan pengalaman jatuh bangun si penulis sendiri yang diawali ketika dia merantau ke Jakarta selepas lulus SMA. Bagi anak muda di berbagai penjuru negeri ini, Jakarta bagaikan magnet yang luar biasa menarik dan selalu menjadi kota impian untuk mengejar mimpi. Entah dari mana datangnya, mereka yakin bahwa Jakarta bisa memperbaiki nasib mereka. Dan itulah keyakinan Bimo, si tokoh utama.

Himpitan ekonomi dan berbagai permasalahan keluarganya dia paparkan dengan penuh rasa dan keterbukaan: pertikaian suami-istri, masalah lilitan hutang, minusnya tinggal di kompleks pegawai seperusahaan, pindah-pindah rumah dengan ukuran yang makin kecil karena tak punya uang sewa cukup, dendam pada ayahnya, dll…

Setelah merantau, petualangan baru hidup Bimo dimulai… khususnya setelah dia berkenalan dengan Giselle, gadis cantik nan kaya raya, tapi baik dan lembut bagai bidadari. Hati Bimo tak bisa beralih ke gadis lain… yang ada hanya Giselle. Sayang, ada banyak hal merintangi jalan mereka: perbedaan suku, latar belakang ekonomi, pendidikan, agama…. Bagaimana Bimo mengatasi berbagai hambatan itu, bagaimana akhirnya hubungannya dengan Giselle, dan bagaimana dia menjalani hidupnya dan meraih mimpi yang dibangunnya ketika sudah memutuskan merantau??

Dengan sangat alamiah, penulis mampu menuturkan kejadian demi kejadian secara apik dan menyentuh… kita akan dihadapkan pada berbagai peristiwa yang barangkali sering kita dengar dari saudara, teman, tetangga atau berita. Tapi yang jelas penulis mampu mencerna, merenungkan dan mengambil hikmah atas semua kejadian yang dia alami… dan semua itu semakin memaknai hidup yang dia jalani sampai hari ini.

Bacalah Gis.

Dulu buku ini menjadi sahabatku yang paling setia

Hanya kepada Tuhan dan buku ini

Kutumpahkan seluruh air mataku

Bacalah dengan hatimu

Aku ingin dirimu tahu betapa selama ini hidupku selalu berkalang duka

Bacalah dan kau akan tahu bahwa selama ini tak pernah kutemukan damai di hatiku

Bacalah dan kau akan mengerti

Betapa aku mencintaimu

Semenjak dirimu hadir,  aku merasa Tuhan telah mengirimkan seorang Bidadari-Nya

Untuk menebus dukaku selama ini

Aku merasakan

Seluruh kedamaian alam semesta bersamamu

Jangan kau patahkan sayap

Yang telah kamu kembangkan di hatiku”



The Author

Pesan Novel Sekarang

pesan novel sekarang

https://bit.ly/2TfEeIA